19 March 2014

Rindu Yang Terpaling Keliru

Tiap-tiap malam menangis
Dalam tikaman separuh bengis
Betapa dalamnya dihiris-hiris
Pedihnya lagi digilis-gilis

Raut wajah orang tua yang dirindu
Sesekali bau tubuh kalian ku terhidu
Bebelan, keluhan yang jauh membisu
Janji apa yang aku tabur dulu-dulu?

Aku yang masih lemah longlai macam bangkai,
Jangan kau biarkan aku tersadai.

TUHAN,
Yang buta KAU celikkan,
Yang palsu KAU nyatakan,
Yang buruk KAU indahkah,
Yang rindu tolonglah KAU ubatkan.

Aku tak punya siapa-siapa,
Yang Maha Mendengar cuma KAU.

No comments:

Post a Comment